AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA

Solo – Hari ini (21/05) seusai menjalankan sholat jum’at berbagai elemen masyarakat mengadakan aksi solidaritas bela Palestina. Aksi yang dilaksanakan di kawasan Gladag, Slamet Riyadi diikuti mulai dari kalangan pekerja swasta, advokat, tokoh agama, jurnalis hingga mahasiswa. Aksi ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan konkret elemen muslim se-solo raya atas penderitaan rakyat palestina yang selama hampir 2 (dua) minggu terakhir dibombardir oleh Israel tanpa sebab. Serangan yang bermula dari polisi Israel melakukan tembakan peluru karet dan granat di Masjid Al-Aqsa Yerusalem hingga saat ini menjadi serangan udara dengan penembakan roket dan rudal.

Dilansir sedikitnya 219 (dua ratus Sembilan belas) warga Palestina, termasuk 63 (enam puluh tiga) anak-anak meninggal dan kurang lebih 60.000 (enam puluh ribu) orang mengungsi saat ada serangan udara pasukan Israel di Gaza. Indonesia sebagai saudara muslim sudah selayaknya memberikan dukungan dan bantuan kepada Palestina. Menurut Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H. selaku Ketua TARC menilai aksi-aksi dukungan itu positif dan sah. Aksi dukungan termasuk yang dilakukan Bupati Karanganyar itu lumrah dan tidak melanggar hukum atau etika politik. “hal-hal yang dilarang UU itu kalau Bupati melakukan transaksi dengan asing, bikin pasukan sendiri, bikin mata uang sendiri atau kerjasama pertahanan dengan asing,itu baru dilarang,” ujar alumni Doktor Hukum UNS ke 10 kepada wartawan. Palestina itu satu dari 7 negara arab yang awal-awal mengakui kemerdekaan RI 1945 sehingga sudah sewajarnya jika kita memberikan dukungan dalam bentuk apapun, termasuk salah satunya adalah penggalangan dana yang dilakukan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono melalui surat edaran 900/1833.1.2 yang ditujukan pada staff bupati, perangkat desa, badan usaha milik daerah (BUMD), camat, dan Ketua Baznas Kabupaten Karanganyar. Admin

Tinggalkan Komentar