
Disetrap.com– Persoalan pemilu hingga saat ini masih menjadi perbincangan publik. Pasalnya, hasil quick count menunjukkan salah satu paslon unggul dengan presentase di atas 50%. Namun hasil real count KPU hingga saat ini belum selesai perhitungannya. Sehingga masyarakat terus mengawal perhitungan suara capres dan cawapres.
Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., selaku akademisi dan Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia melalui channel youtube Muhammad Taufiq & Partners Law Firm menuturkan bahwa “Indonesia yang kini dianggap sudah mendapatkan kemenangan itu justru perlu di curigai karena yang menang hanya segelintir orang tertentu saja yakni orang-orang asing, para oportunis yang sebenarnya adalah pemenang sesungguhnya. Padahal hal tersebut merupakan kekalahan yang sebenarnya yang nantinya kekalahan terbesar bagi Indonesia” tegasnya.
Indonesia yang telah menyelesaikan pesta demokrasi melalui pemilu ini harus mengakui bahwa kemenangan yang didapatkan dari sebuah pemilu ini merupakan permulaan dari kekalahan besar yang akan dialami oleh demokrasi Indonesia ini. Bagaimana tidak, melihat dari mayoritas masyarakat Indonesia yang hanya kebanyakan lulusan SMP ini berhasil ditipu oleh segelintir orang-orang yang ingin menguasai dan memperkeruh demokrasi Indonesia melalui pesta pemilu ini.
Masyarakat Indonesia yang notabene kebanyakan hanya lulusan SMP mengharapkan
terpilihnya pemimpin melalui pemilu ini dapat memajukan Indonesia secara keseluruhan dan
meringankan beban hidup bagi masyarakat Indonesia. Namun naas impian itu harus dikubur
hidup-hidup karena masyarakat telah salah kaprah dalam menentukan pilihan.
Masyarakat tidak suka dengan pemimpin yang memiliki kecerdasan tinggi dan visi misi berkepanjangan malah justru memilih pemimpin yang pintar berjoged dan tidak pernah berdialog dengan masyarakat dan hanya tergiur dengan kesenangan sesaat dan kepentingan yang penting perut kenyang yang diberikan oleh salah satu paslon.
“Jadi kalau kalian ingin jadi pahlawan, kalian ingin mengembalikan kejayaan, maka lakukanlah langkah-langkah yang terbaik. Salah satu langkah yang terbaik adalah bukan persoalan kita tidak menerima kenyataan, bukan kita tidak siap menerima kekalahan, tetapi dibalik kemenangan itu adalah kekalahan baru yang lebih besar yang akan diderita oleh bangsa ini” tutur Taufiq yang merupakan Dosen FH UNISSULA kepada disetrap.com.
Tinggalkan Komentar