DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

Jika Ada Kerusuha Di Sala, Jokowi Dan Pendukungnya Yang Paling Bertanggung Jawab

Surakarta, 15 April 2025 — Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H. Seorang aktivis dan tokoh masyarakat asal Solo, yang dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, menyampaikan pernyataan tegas melalui vlog yang diambil di salah satu tempat yang selalu dilaluinya ketika bersepeda, dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu. Dalam video tersebut, ia mengingatkan pada pendukung salah satu tokoh nasional untuk tidak melakukan tindakan intimidasi atau kekerasan di Kota Bengawan itu.

Sebelum memulai pernyataannya, ia dan tim yang tergabung dalam “TIPU UGM” — sebuah TIM Pengacara yang sedang melakukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) mengenai adanya dugaan palsunya ijazah Jokowi — terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas wafatnya rekan mereka, Bang Hotma Sitompul. Ia berharap keluarga almarhum diberikan ketabahan dan kemudahan dalam menghadapi situasi tersebut.

Dalam pernyataan utamanya, ia menyoroti pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di Solo, yang menurutnya memiliki sejarah panjang sebagai kota yang berperan dalam dinamika nasional. Ia mengingatkan bahwa kerusuhan di Solo pada dekade 80-an, 1998, dan saat kegagalan PDI dalam mengusung Megawati sebagai Presiden, semuanya berdampak luas hingga ke tingkat nasional.

“Saya ingatkan kepada pendukung Pak Jokowi, jangan membuat kerusuhan atau intimidasi di Solo. Solo ini bukan sekadar kota, Solo ini punya sejarah dan menjadi pusat pergerakan. Jika terjadi kerusuhan di Solo, dampaknya akan meluas ke seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sebagai sosok yang mengaku lahir, besar, dan menuntaskan pendidikan hingga S3 di Solo, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan kotanya. Ia juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dalam proses gugatan yang tengah berjalan, dengan merujuk pada Pasal 1865 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengenai pembuktian di pengadilan.

Dalam pernyataannya, ia juga mengingatkan aparat penegak hukum, khususnya Kapolresta Surakarta dan Kapolda Jawa Tengah, agar bertanggung jawab dalam menjaga kondusifitas di wilayah Solo dan nantinya harus bertanggung jika terjadi kerusuhan yang disebabkan oleh pendukung jokowi

“Jangan mengintimidasi masyarakat Solo. Saya lahir di Solo, mencari nafkah di Solo, dan saya akan pertahankan Solo dengan semangat: Sak Dumuk Baduk, Sak Nyari Bumi, Ditoi Patih. Merdeka!” pungkasnya dengan lantang.

Pernyataan ini menjadi sorotan di tengah viralnya gugatan yang diajukan oleh Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H.

Tinggalkan Komentar