DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

TIPU UGM Yakin Ijazah Jokowi Abal-Abal Usai Bertemu Rismon Sianipar

Surakarta, 19 April 2025 — Tim TIPU UGM, yakni tim yang tengah menggugat dugaan pemalsuan ijazah Mantan Presiden Joko Widodo, kembali menyampaikan pernyataan resmi kepada publik dalam sebuah pertemuan santai di salah satu kafe ternama di Surakarta.

Dalam pernyataannya, tim ini menegaskan bahwa mereka telah mempersiapkan sejumlah fakta baru, termasuk saksi dan ahli, yang telah mereka komunikasikan bersama tokoh-tokoh seperti Rasmon Sianipar dan Roy Suryo. Tim TIPU UGM menekankan bahwa perjuangan ini adalah hasil kerja kolektif, bukan individu, sehingga semua pihak diimbau tidak menyebut nama personal, melainkan tim secara keseluruhan.

Salah satu anggota tim, Zainal Mustofa, menyampaikan ironisnya atas fenomena yang belakangan muncul di tengah masyarakat, khususnya terkait dugaan keaslian ijazah Mantan Presiden itu. Ia menyoroti ramainya tamu yang datang ke kediaman Presiden dari berbagai elemen, baik yang mendukung maupun yang mempertanyakan, sebagai tanda adanya ketegangan di balik isu ini.

“Fenomena ini menunjukkan ada ketidakjelasan. Jika memang ijazah itu asli, lebih baik tunjukkan saja ke publik dengan jiwa besar, supaya suasana tidak gaduh. Transparansi adalah kunci,” ujar Zainal.

Pernyataan senada juga disampaikan anggota tim lainnya, yang menyoroti proses klarifikasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 15 April lalu. Mereka menilai proses klarifikasi tersebut tidak transparan karena hanya menampilkan sebagian dokumen, yaitu skripsi, tanpa menyertakan dokumen administrasi perkuliahan lainnya.

“Yang kami soroti, dari pertemuan itu hanya ditunjukkan skripsi. Padahal, sebelumnya ada janji akan menunjukkan dokumen administrasi lain. Ini tentu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” tegas Andhika yang merupakan Kordinator Tim TIPU UGM

Tim TIPU UGM juga menyerukan kepada UGM sebagai institusi pendidikan tinggi bergengsi di Indonesia agar bersikap terbuka dalam proses persidangan mendatang.

Di akhir pertemuan, tim menegaskan komitmen mereka untuk tetap melanjutkan proses hukum dengan integritas, serta mengingatkan semua pihak untuk menjaga kondusifitas di Kota Solo. Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H. bersama dengan Tim TIPU UGM menutup pernyataan dengan seruan tegas:

“Kami semua hidup di Solo, tinggal di Solo, mencari nafkah di Solo. Jika ada yang berniat membuat kerusuhan, kami katakan: ‘Sadumuk batuk, sanyari bumi, den lakoni taker pati’ Dan kami tegaskan: kami tidak takut!”

Seruan ini sekaligus menjadi Penegasan bagi Tim TIPU UGM juga nantinya terdapat kerusuhkan yang merusakn ketentraman warga solo.

Tinggalkan Komentar