
Surakarta, 10 November 2024 — Tanpa kenal lelah setelah mengadu ke sana ke sini tanpa membawa hasil. Depiyanto, ayah dari Natasha dan Laila, dua korban yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan pada 2022, tiba di Surakarta hari ini untuk bertemu mantan Presiden Joko Widodo. Kedatangan Depiyanto bertujuan mendesak pertanggungjawaban pemerintah atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, di mana ratusan jiwa melayang akibat kericuhan dan tindakan represif aparat keamanan.
Depiyanto didampingi oleh tim hukum dari Muhammad Taufiq & Partners, yang akan mendampingi dia dalam langkah hukum serta aksi simbolis ini. Rencananya, Depiyanto akan mendatangi kediaman Joko Widodo untuk menyerahkan surat petisi yang telah disusun bersama. Surat tersebut akan dilengkapi dengan tanda tangan puluhan keluarga korban lainnya yang juga menginginkan keadilan dan tanggung jawab dari pihak-pihak terkait atas insiden tragis tersebut.
Dalam petisinya, Depiyanto dan keluarga korban lainnya menuntut agar mantan presiden yang menjabat pada saat tragedi terjadi, memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab secara moral. “Ini adalah bagian dari perjuangan kami untuk memastikan tragedi seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Depiyanto sebelum memulai perjalanannya ke Surakarta.
Dengan semakin banyaknya dukungan, keluarga korban berharap upaya mereka akan mendorong tindakan nyata dan perhatian serius dari para pemimpin dan masyarakat terhadap kasus Kanjuruhan.
Tinggalkan Komentar