DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

USAI DISINDIR ADVOKAT KONDANG SOLO, POLISI TANGKAP PEMBERI HADIAH PADA SADBOR

Surakarta, 22 November 2024 – Dunia hiburan kembali diguncang kasus hukum. Sadbor, selebritas TikTok terkenal dengan goyangan khasnya, ditangkap oleh pihak kepolisian atas dugaan keterlibatannya dalam promosi judi online. Ia bersama beberapa temannya ditetapkan sebagai tersangka, diduga menjadi bintang iklan untuk situs judi online.
Kasus ini menyeret sejumlah nama besar di dunia hiburan. Beberapa artis seperti Denny Cagur dan figur lainnya sempat diperiksa sebagai saksi. Namun, berbeda dengan Sadbor, mereka tidak ditetapkan sebagai tersangka. Denny, yang kini menjadi anggota DPR, membantah mengetahui bahwa keterlibatan tersebut melanggar hukum. Ia mengaku hanya menerima tawaran tanpa mendalami apakah ada unsur ilegal dalam kontrak tersebut.
“Ini kan masalah edukasi. Saya tidak tahu kalau itu dilarang. Tidak ada niat melanggar hukum,” ujar Denny dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut memancing perdebatan, mengingat dalam hukum pidana dikenal asas fiksi hukum. Asas ini menyatakan bahwa setiap orang dianggap mengetahui hukum yang berlaku, sehingga alasan “tidak tahu” tidak dapat digunakan sebagai pembelaan. Namun, aparat penegak hukum tampaknya memberikan ruang pemahaman berbeda terhadap anggota DPR yang terlibat.
“Kami fokus pada individu yang jelas-jelas menjadi bintang iklan dan mendapat bayaran langsung dari situs judi tersebut. Mereka yang tidak memahami sepenuhnya aspek hukumnya tidak kami prioritaskan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar salah satu pejabat kepolisian
Kasus ini kembali mengungkapkan dampak besar judi online di Indonesia. Dalam laporan terbaru, diperkirakan ada 900 triliun rupiah yang mengalir dalam aktivitas perjudian online. Jumlah ini tentu tidak kecil, terutama mengingat mayoritas pemain—sekitar 8 juta orang—berasal dari kelas menengah ke bawah. Mereka kerap terjebak dengan janji-janji kemenangan mudah yang pada akhirnya justru menghancurkan kondisi finansial mereka.
Kasus Sadbor menjadi pengingat keras bahwa promosi judi online, baik melalui media sosial maupun platform lain, memiliki konsekuensi hukum yang serius. Pemerintah pun didesak untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ilegal ini, terutama di kalangan artis dan figur publik yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.
“Ini bukan hanya tentang pelanggaran hukum, tapi juga moralitas. Influencer harus lebih berhati-hati dalam memilih pekerjaan yang mereka ambil,” ujar seorang pengamat hukum.
Sementara itu, Sadbor dan rekan-rekannya kini menghadapi ancaman hukuman berat jika terbukti bersalah. Sidang perdana mereka dijadwalkan dalam waktu dekat.

Tinggalkan Komentar