
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang belum genap satu tahun dilantik oleh Joko Widodo dalam akhir jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada 19 Agustus 2024 sedang ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia akibat sikapnya terkait dikeluarkannya larangan pengecer menjual Gas Elpiji 3kg.
Menteri ESDM ini beberapa kali mengejutkan masyarakat Indonesia akan sikapnya. Yang pertama, Bahlil meraih gelar doktor pada tahun 2024 dengan waktu yang singkat yakni selama 1 tahun 8 bulan. Kedua, Bahlil yang sempat undur diri dari Partai Golongan Karya pada tahun 2009 itu, mendadak menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golongan karya pada tahun 2024. Fakta tersebut telah diungkap oleh seorang Akademisi dan Praktisi, Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H. dalam akun TikTok @advokat_progresif.
Dalam kutipan video berdurasi lebih dari 3 menit tersebut menyatakan bahwa keinginan Presiden Prabowo yang ingin rakyat Indonesia ini dilindungi dan disejahterakan, sangat berbanding terbalik akan sikap Menteri ESDM yang dilantik Mantan Presiden Republik Indonesia ke-7 tersebut. Sebagaimana yang diungkap Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., Presiden Prabowo justru ingin menghentikan pasokan gas kepada negara tetangga terutama Singapura.
Terkait kebijakan larangan pengecer menjual gas elpiji 3kg yang dikeluarkan Bahlil selaku Menteri ESDM, diralat oleh pengurus Partai Gerindra, Sufmi Dasco, mengatakan bahwa amanat dari Presiden Prabowo untuk menjual kembali Gas Elpiji 3kg secara eceran.
Menurut Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H. yang mengamati polemik Gas Elpiji 3kg ini, jika Bahlil selaku Menteri lancang untuk mengeluarkan kebijakan tanpa izin dari Presiden, maka secara ketatanegaraan patut disebut sebagai pembangkangan, sehingga layak untuk dipecat.
Tinggalkan Komentar