DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

SKENARIO PEMILU 2024 BISA DITEBAK, TIM HUKUM ANIES JANGAN DIAM SAJA

Disetrap.com- Kontestasi pemilu 2024 mulai memanas saat ini. Bagaimana tidak, diketahui ada 3 paslon Presiden dan Wakil Presiden yaitu Anies – Cak Imin, Ganjar – Mahfud dan Prabowo – Gibran. Ketiga paslon tersebut saling menunjukkan keunggulannya dan pendukungnya masing-masing.

Meski masih berlangsung tahun depan, tetapi saat ini sudah banyak polemik yang terjadi.

Seperti permohonan batas usia minimal capre/cawapres yang dikabulkan oleh mahkamah Konstitusi (MK) menjadi 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilu termasuk pemilihan kepala daerah.

Atas polemik tersebut Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia, Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., mengkritisi tim hukum salah satu paslon yaitu Anies Baswedan. Taufiq menilai, tim hukum Anies sudah memposisikan Anies seperti presiden.

“Saya melihat tim hukum Anies Baswedan ini seperti tim hukum Anies sudah presiden. Mestinya cara berpikir, paradigma, kemudian strategi dan tampilannya juga harus dirubah jangan seolah-olah sudah menjadikan Anies ini presiden. Anies ini belum presiden masih calon presiden.” Tutur Taufiq

Taufiq menyebut, seharusnya tim hukum Anies bisa menyikapi kecurangan yang terjadi MK dengan menggugat Komisi Pemilihan Umum ke Peradilan TUN ataupun ke Mahkamah Agung.

“Karena peraturan yang dibuat KPU itu peraturan yang berada di bawah undang-undang dan KPU pun ketika membuat peraturan perundang-undang harus berkonsultasi kepada DPR. Jadi ini peluang. Peluang untuk menggugat ke KPU kalau mereka didaftarkan bahwa putusan itu tidak bisa dijalankan karena pemohonnya tidak punya legal standing dan hakimnya juga memutus melebihi dari yang diminta.” kata Taufiq

Taufiq bahkan juga menyebut jika pemenang pilpres 2024 ini sudah bisa ditebak.

Dalam channel youtubenya, Muhammad Taufiq & Partners Law Firm berharap pendukung Anies Baswedan jangan ternina bobo, jangan seolah sudah Presiden. Ini adalah kekeliruan yang besar.

“Pak Anies ini belum Presiden. Pak Anies ini jegalannya paling banyak.”

“Dan saya melihat skenario yang terjadi adalah petempuran 3 kontestasi, satu yang diusung PDIP dan beberapa partai pendukung lain seperti Ganjar-Mahfud itu tersingkir. Kemudian Prabowo-Gibran, dia akan leading begitu juga dengan pasangan Anies Basswedan dengan Cak Imin.” Pungkas M.Taufiq

Taufiq selaku Dosen FH UNISSULA Semarang juga menuturkan agar Anies bisa kuasai suara di Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI. Dan carilah pengacara-pengacara yang tipenya pejuang.

“Kalau hanya mencari pengacara yang kenal dengan pejabat ini tipe-tipe orang yang bertarungnya kalau sudah jadi, bertarungnya di KPU. Percuma” pungkas Taufiq

Dalam statement terakhirnya, Taufiq menyebutkan agar ada perubahan. Dan kalau ada perubahan, gaya/style sebagai tim hukum Anies jangan seperti pengacara perusahaan. Tetapi gunakan gaya/style pengacara LSM yang banyak membuat manuver.

“Sekali lagi jangan ternina bobo dan jangan berpikir Anies itu sudah jadi presiden. Anies itu masih capres.”

“Jadi angkatlah isu oligarkan itu tidak bagus, negara kerajaan itu nggak baik. Pemilu dengan segala atribut kenegaraan tetapi dengan cara-cara jahat itu tidak baik. Dan itulah peran-peran tim hukum/ advokat yang paham betul dunia grassroot bukan tim hukum yang seolah-olah sudah berada di istana” tegas Taufiq

Tinggalkan Komentar