
Disetrap.com- Viral di media sosial siswa SMA (HK) di Dusun Selatan, Barito Selatan, Kalimantan Tengah menantang gurunya untuk berkelahi diluar sekolah lantaran tidak terima saat ditegur untuk merapikan seragamnya. Guru tersebut tampak tidak meladeni tantangan murid tersebut.
Namun emosi siswa (HK) tersebut justru makin menjadi-jadi sampai melepaskan seragamnya ketika beradu mulut. Kini siswa tersebut telah mendapat sanksi berat berupa dikeluarkan dari sekolah dan harus mengikuti Kejar Paket C
Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., selaku Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia mengkritisi persoalan yang terjadi ini.
Taufiq mengaku kecewa dengan sikap siswa tersebut, karena tidak bisa dibenarkan. Taufiq juga lebih kecewa ketika siswa (HK) tersebut dikeluarkan dari sekolah dan tidak bisa bersekolah di sekolah lain. Sehingga harus mengikuti Kejar Paket C.
“Menurut saya itu ngga bener lah. Memang tugas sekolah itu menjadikan orang tidak beradab menjadi beradab, tidak bisa membaca menjadi membaca, orang tidak berilmu menjadi berilmu, orang yang tadinya tempramental menjadi orang yang lembut, itu tugas sekolah.” Tutur Taufiq dalam video yang tayang di channel youtube Muhammad Taufiq & Partners Law Firm
Dosen FH UNISSULA tersebut menuturkan bahwa juga harus ditelusuri problem yang terjadi baik di rumah maupun di sekolah.
Meski telah melakukan pelanggaran berat maupun ringan, rasanya siswa (HK) tersebut tidak perlu dikeluarkan apalagi tidak diterima di sekolah-sekolah lain. Dan ini justru akan membunuh masa depan siswa (HK) tersebut
“Saya melihat denga viral ini, dia sudah dihukum. Dia sudah menerima namanya sanksi sosial. Jangan ditambah bebannya” katanya
“Saya khawatir karena anak ini jagoan, dia tidak dapat sekolah ya bergaul nanti dengan orang-orang dewasaatau lebih berumur dari dia sebab dia harus masuk Paket Kejar Paket C. Nah pada akhirnya itu ibaratnya pemuda yang mencuri sepeda dimasukkan penjara pulangnya dia mencuri sepeda motor dan seterusnya” tambah Taufiq
M. Taufiq menegaskan bahwa sepakat untuk mengutuk siswa yang ugal-ugalan tapi dicari dulu sumber masalahnya apa dan tida setuju ketika dia dikeluarkan dan tidak bisa lagi daftar di sekolah lain.
Statement terakhirnya, Taufiq berharap agar kita jangan apriori karena viral semua turut campur, Polisi ikut dan sebagainya. Karena disitu tidak ada pelanggaran pidanya.
“Saya dari Solo menghimbau ke Barito Selatan supaya anak ini tetap bisa sekolah tentu dengan pengawalan yang super istimewa atau ekstra ketat, tetapi jangan dikeluarkan dan kemudian dia juga tidak bisa mendapat sekolah lain. siapa tahu ada kebaikan dibalik itu” pungkas Taufiq.

Tinggalkan Komentar