
Disetrap.com– Belakangan ini begitu mudahnya terjadi pancaroba politik sekarang ini, seperti contoh penulis buku “bahayanya nepotisme” yang tiba tiba anaknya di angkat menjadi Mentri.
Pengalaman Dr. Muhammad Taufiq, SH, MH sebagai Konsultan Hukum di tahun 2000 sampai 2010 hampir tidak ada pejabat Walikota ataupun Bupati di Wilayah Surakarta, mulai dari Sukoharjo, Klaten, Solo, Boyolali, Karanganyar dan seterusnya, hampir tidak ada yang tidak menjadi kliennya, Ujar Taufiq yang diunggah dalam akun tiktok @mtflf_
Dikutip juga dari akun tiktok tersebut, Taufiq mengaku pernah di undang Pak Jokowi karena sudah membaca refensinya, yang intinya Jokowi menawarkan Taufiq untuk menjadi Konsultan Hukum Pemerintah Kota Surakarta tetapi Taufiq memiliki pandangan politik jauh kedepan sangat persektif. Taufiq mengaku tidak ingin berkonkurensi atau bersaing dengan kawan-kawan dari PDIP.
“Satu saya tidak konkurensi dengan kawan-kawan saya dari PDIP karena kawan-kawan saya dari PDIP banyak menjadi anak buahnya Pak Jokowi saat itu. Dan yang kedua, memang secara instuisi itu saya tidak cocok untuk mendampingi Pak Jokowi dan ternyata pilihan politik saya benar.”tuturnya
Taufiq menegaskan bahwa pilihan politiknya benar dan alasan dia saat itu adalah tidak mendukung atau tidak berkenan bergabung ke Pak Jokowi karena Taufiq menghendaki orang yang visioner, kredibel. Selain itu Taufiq juga mempertimbangkan terkait integritas atau kejujuran yang mana itu tidak dimiliki oleh Pak Jokowi.
Taufiq juga mengingatkan agar kita jangan lupa bahwa Jokowi pernah memberikan pidato dan mengucapkan “muntapke” (dalam bahasa Jawa),
“Jadi dari Fakta ini saya sampaikan jika saya pernah di dekati Pak Jokowi dan saya pernah diminta untuk mendukungnya tapi saya tegaskan menolaknya dan ternyata pilihan itu tepat. Sebab Jokowi tidak menghormati hukum tentu saya tak cocok dengan orang seperti itu” tegas Taufiq diakhir video.
Tinggalkan Komentar