
Disetrap- Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh permohonan yang diajukan capres-cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, serta capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, yang diajukan dalam sidang putusan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2024, pada Senin (22/04). MK menyatakan permohonan pemohon “tidak beralasan menurut hukum seluruhnya”.
Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H sebagai bintang tamu dalam Youtube “Muhammad Taufiq&Partner Law Firman” di acara Halal Bihalal SATUINDONESIA.CO mengomentari soal putusan MK dalam 5 Kata yaitu Kerdil, Mundur, Egois, Sedih dan Lebay.
Dalam video tersebut Refly menilai jika melihat fenomena seharusnya permohonan tersebut dikabulkan, jadi kelihatan yang melimpir terakhir Suhartoyo (Ketua MK) karena jika melihat performanya selama ini Suhartoyo sangat progresif , Taufiq juga menilai jika Suhartoyo ingin mengubah MK, kemudian dia juga mengabulkan pembatalan UU No. 1 thn 1946 yang sebagai dasar untuk mengkriminalkan orang, eh begitu suaranya dibutuhkan untuk mengabulkan permohonan agar demokrasi ini jauh lebih bermartabat dia yang lebih jujur dan lebih adil tiba-tiba dia melipir.
Di Youtubenya Refly meminta pendapat Taufiq, menurut Taufiq yang juga seorang Ahli Pidana Indonesia menilai jika seorang “Yuris” itu ada tiga kelas, yang pertama, yang bermental Gladiator, Taufiq menerangkan Gladiator yang dimaksud adalah dia akan melawan siapapun dengan Independen, dengan pengetahuannya dan dengan kemerdekaannya. Yang kedua, hakim yang masuk katagori bermental Tritisan.
Taufiq juga menjelaskan dengan istilah “Hakim yang kalau posisinya hujan deras dia masuk kerumah dan kalau engga hujan dia ada di depan”. Yang ketiga, Taufiq juga menjelaskan dengan istilah “Hakim yang cuma berkedudukannya sebagai pengantar Pizza, jadi menerima order, anterin saja”
Lalu Refly bertanya ke Taufiq “Lalu Suhartoyo ini termasuk apa?” dengan lantangnya Taufiq menjawab “KEDUA, yang mental tritisan” sesuai dengan perkataan bang Rafly yang mengatakan bahwa Suhartoyo ingin melakukan reformasi misalkan menolak pasal hoax yang ada di perarturan pidana nomor 1 thn 1946 , kemudian pembatasan tentang umur calon wakil presiden dia melakukan “Dissenting Opinion” tetapi ketika hari ini diawal-awal orang kan menaruh harapan.
Nah ternyata dia mencari posisi yang cari selamat cari aman yaitu Tritisan, yaitu jika hujan deras dia bisa masuk kerumah dan kalau rumahnya mau roboh kena badai dia keluar. Yang artinya posisi “cari selamat”.
Refly kemudian menanyakan kembali ke Taufiq bagaimana kita bisa berharap dengan mental-mental seperti ini? Menurut Taufiq sangat susah, harus ada satu potong generasi, generasi di bidang hukum manapun itu, di Mahkamah Konstitusi ataupun di Mahkamah Agung atau di lembaga-lembaga Yudisial lainnya harus ada satu potong generasi agar kita tidak hanya melahirkan peradilan-peradilan adminstrasi.
Taufiq menambahkan jika ia lebih bersyukur ketika MK dipimpin oleh seorang Mahfud MD yang berani Out Of The Box yang artinya ketika Mahfud memproses pekara konstitusi dia menghadirkan juga persoalan pidana, seperti contoh kasus Anggodo, dia memutar rekaman kaset pembicaraan tentang suap walaupun tidak dibutuhkan oleh MK tapi diperbolehkan dan itulah contoh hakim bermental Gladiator yaitu Lawan siapapun dia menikmati.
Taufiq menambahkan jika cuma 3 hakim MK yang bermental Gladiator yaitu yang kemarin melakukan Dissenting Opinion. Refly menanyakan kembali ke Taufiq apa yang harus dilakukan dengan hukum kita kedepan, yakin tidak jika pemerintahan Presiden Prabowo ini mampu mengemban amanat tidak hanya memajukan kesejahteraan ekonomi tetapi juga kesejahteraan politik? Taufiq menilai politik idealis itu harus dibangun dari kerangka besar bahwa seseorang terjun kedunia politik tujuannya dua, untuk menerapkan perarturan hukum dia harus memiliki kekuasaan, kan tidak mungkin negara ini diatur tanpa kekuasaan tanpa hukum, Taufiq juga menceritakan jika sebelum berpartner dengan Gibran timsesnya Prabowo sudah mengatakan hati-hati jika mengkritik Pak Prabowo, karena mereka sudah memiliki tim cyber yang bisa mencari sumber penyebar Hoax itu ada dimana, Taufiq menilai jika itu termasuk anti demokrasi.
Diakhir video Yutubenya Refly juga menanyakan ke Taufiq kenapa tiba-tiba melamar untuk menjadi calon Walikota Solo, padahal banyak orang mengetahui jika Solo kan Trah-nya Jokowi atau yang biasa disebut juga dengan “kandang banteng”, Taufiq menjawab jika politik itu ada dua, yaitu politik idealis dan politik realis, kalo politik idealis dalam sekarang ini sangat susah karena semua politisi bercita-cita membuat aturan memegang kekuasaan supaya terciptanya adil makmur tegaknya hukum kesamaan didepan hukum dan pemerintahan tatapi Taufiq mengakui jika dia realistis kenapa taufiq mencalonkan Walikota lewat PDIP karena Taufiq berpikir PDIP pada posisi saat ini kekuatan politik yang tersakiti.
Editor : Dewi Anggraeni
Tinggalkan Komentar