
ESEMKA adalah wadah pembuktian diri dari beberapa orang yang mempunyai keyakinan yang sama bahwa anak-anak Indonesia mampu untuk membuat mobil dengan kemampuan mereka sendiri apabila mereka diberikan kesempatan dalam berkarya.Kesempatan itu datang seiring dengan dicetuskannya kota Solo sebagai Kota Vokasi oleh Bapak Joko Widodo sewaktu beliau menjabat sebagai Walikota Solo, SMK-SMK bermunculan bagai jamur di musim hujan. Banyaknya SMK yang berdiri, mendorong semangat komunitas ESEMKA untuk semakin cepat mewujudkan cita-cita mereka. Melihat kapasitas dan kapabilitas harusnya komunitas tersebut belajar cepat dengan mengejar waktu, bukan hanya menang mejeng.
Sesuai yang dikutip CNN Indonesia, pernyataan yg disampaikan Roy Suryo saat membalas cuitan Jokowi soal jumlah ekspor mobil dari pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Dalam cuitannya, Jokowi menyebut jumlah ekspor mobil dari Pelabuhan Patimban sejak 17 Desember 2021 sampai 8 Maret mencapai 24 ribu unit.”Ekspor kendaraan dari Pelabuhan Patimban dimulai 17 Desember 2021. Sampai 8 Maret. tidak laku dipasaran minim inovatif, tidak menarik karena dinilai sudah kuno dan tak relevan dengan persaingan era modern.
Dikutip dari Fajar.co.id, Pegiat media sosial, Denis Malhotra pun melalui cuitan diunggahan media sosial X pribadinya pun menyindir Presiden Jokowi.Ia menyarankan agar Presiden RI itu untuk mewujudkan ambisinya untuk produksi 6000 Esemka, bukan sekedar minta maaf saja. sebagai insan yang berkelut di dunia hukum saya menilai harusnya Presiden jokowi bisa membuktikan apa yang didalilkannya dan janji politik itu merupakan keharusan, yang bila tak dipenuhi merupakan dosa sosial.
Saat kerja harusnya bisa keluar dari comfort zone sehingga hal hal yang tak diiinginkan dalam hasil pekerjaaan bisa terhindarkan, tidak meninggalkan tanggung jawab cermin pribadi beriman yang mantap. Kurangnya kepengurusan oleh simpatisan Republik membuat calon Mobil Nasional tersebut terbengkalai.
Tinggalkan Komentar