DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

Awalnya Bupati Pati Menantang Warga Sekarang Minta Maaf Memelas

Pati, 8 Agustus 2025 — Bupati Pati, Sudewo, menjadi sorotan publik usai pernyataannya yang dianggap menantang warga terkait kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250%. Namun, setelah menuai gelombang protes, ia akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengklarifikasi kebijakannya. Dalam pernyataan yang disorot publik pada 5 Agustus lalu, Bupati Sudewo mengatakan tidak gentar jika ribuan warga ingin berdemo. “Mau demo 5.000 orang, 50.000 orang, silakan. Saya tetap jalankan kebijakan itu,” ujarnya saat itu.

Pernyataan tersebut memicu kecaman dari masyarakat dan berbagai tokoh, termasuk advokat dan akademisi hukum, Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H. Dalam kanal YouTube Salam Akal Waras, beliau menyebut sikap Bupati Sudewo sebagai arogan dan tidak mencerminkan etika pejabat publik.

“Awalnya beliau menantang rakyatnya sendiri. Tapi setelah melihat konsolidasi warga dan kemungkinan tekanan dari partainya, Gerindra, ia langsung ralat,” ujar Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H dalam unggahan video berdurasi lebih dari 10 menit itu.

Pada 7 Agustus, Bupati Pati mengklarifikasi bahwa kenaikan 250% adalah angka maksimal dan tidak diberlakukan merata. Ia juga membuka ruang keberatan bagi warga yang merasa terbebani. Namun, menurut Dr. Muhammad Taufiq S.H., M. H. klarifikasi tersebut tidak membatalkan kebijakan, melainkan hanya meredakan tekanan publik. “Faktanya, kenaikan tetap berjalan. Hanya dibuka ruang pengajuan keberatan,” tambahnya.

Tak hanya itu, juga Dr. Muhammad Taufiq S.H., M.H. menyoroti tindakan bupati yang disebut telah menyita logistik demo warga, serta menyerukan agar para pejabat negara tidak semena-mena menggunakan kekuasaan. Ia pun menyinggung pentingnya asas akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan. “Saat jadi calon, janji tidak akan ada kenaikan PBB. Sekarang sudah jadi, malah naik 250%. Ini pelanggaran etika politik,” tegasnya.

Sebagai penutup pernyataannya, Dr. Muhammad Taufiq S.H., M. H. mengajak warga Pati untuk tetap solid namun tidak anarkis. “Lawan dengan cara konstitusional, dengan akal waras, bukan emosi,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar