
Surakarta, 15 Oktober 2025 – Seorang Advokat Kondang Solo, Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., resmi melayangkan somasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta pada Rabu (16/10/2025). Taufiq menuntut penertiban segera terhadap parkir liar, ojek online, taksi online, dan pedagang kaki lima yang mengular di bawah Fly Over Purwosari serta sepanjang Jalan Hasanudin.
Kejadian bermula pada Senin, 13 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB. Saat melaju dari bawah fly over menuju Jalan Hasanudin, Taufiq mendapati puluhan ojek dan taksi online “ngetem” seenaknya di depan Stasiun Purwosari. Kendaraan konsumen warung makan turut memarkir sembarangan di badan jalan, menyisakan hanya satu lajur untuk dua arah. “Saya hampir terlambat rapat hanya gara-gara macet 45 menit di titik yang sama,” ujarnya.
Puncak kemacetan, kata Taufiq, terjadi setiap pagi pukul 06.00–08.00 WIB. Pedagang kaki lima berjualan hingga tengah jalan, motor dan mobil berhenti mendadak, serta ojek online membentuk barikade manusia di pintu keluar stasiun. “Ini bukan lagi soal nyaman, tapi sudah membahayakan nyawa pengguna jalan,” tegasnya.
Somasi itu mengutip tiga regulasi sekaligus: UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas, Perda Kota Surakarta No. 1/2013, serta PP No. 79/2013. Pasal 106 ayat (4), Pasal 287 ayat (1), dan Pasal 28 ayat (1) UU LLAJ disebut-sebut sebagai dasar pelanggaran berulang. Sementara Pasal 43 ayat (1) Perda Surakarta tegas melarang penggunaan badan jalan untuk berdagang atau parkir.
Taufiq memberi tenggat 4×24 jam. Jika tak ada respons, ia mengancam melapor ke polisi, menggugat perdata, bahkan memasang iklan di media massa. “Saya bukan ingin cari sensasi. Saya ingin Solo punya pagi yang lancar seperti kota lain,” kilahnya.
Tuntutan konkret yang diajukan:
- Cabut semua pangkalan liar di depan Stasiun Purwosari.
- Larang pedagang berjualan sebelum pukul 10.00 WIB.
- Optimalkan “central park” agar badan jalan steril.
- Lakukan razia rutin pagi hari dengan petugas berpakaian dinas.
Hingga berita ini diturunkan, Dishub Surakarta belum merespons. masyarakat surakarta terlebih yang sering melewati Jalan Hasanudin justru berharap somasi ini jadi “pukulan telak” bagi kemacetan kronis yang sudah bertahun-tahun mereka rasakan.
Tinggalkan Komentar