Awood Dinilai Main Hakim Sendiri, Gembok Pintu Hingga Copot Papan Nama Peradi

Foto : Awod, SH (Kuasa Hukum) pemenang lelang rumah saat mencoba mencopot papah nama DPC Peradi Surakarta, pada Sabtu, (12/6/2021)

Disetrap.com- Peristiwa yang menggegerkan baru-baru ini terkait Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surakarta, memasuki babak yag kian panas.

Pasalnya saat ini Kuasa hukum pemilik sah rumah yang ditempati Kantor DPC Peradi yakni Awod dari Awod.SH, and Partners justru dilaporkan ke Polresta Surakarta, dengan dugaan telah melanggar pasal 170 jo pasal 406 KUH Pidana tentang pengrusakan rumah.

“Kami Pengurus DPC Peradi Surakarta, melaporkan Awod, advokat dari kantor hukum Awod SH and Partner ke SPKT Polresta Surakarta, atas perbuatan perusakan rumah di Jl Markisa II, No.6 Karangasem, Laweyan, Solo. Yang masih ditempati sebagai kantor,” ungkap Heri Dwi Utomo, Ketua Bidang Pendidikan dan Olahraga DPC Peradi Surakarta, pada Senin (14/6/2021).

Awod diduga telah melanggar pasal 170 jo pasal 406 KUH Pidana tentang pengrusakan rumah yang dilakukannya yakni dengan menggembok pintu pagar rumah dan mencopot papan nama DPC Peradi Surakarta yang terletak di Kelurahan Karangasem, Laweyan, Surakarta, pada hari Sabtu (12/6/2021),

“Kami sebenarnya, hari Minggu mau kerja bakti pindah kantor. Jadi setelah mendapat somasi kedua dari Awod itu, kami sudah tahu bahwa (kisruh kontrak kantor) ini urusannya Awod (selaku kuasa hukum pemenang lelang eksekusi rumah) sama pribadinya Pak Zainal (Ketua DPC Peradi Surakarta). Jadi kami sudah berencana pindah kantor, dan itu Awod juga tahu,” kata Heri menambahkan.

Akibat perbuatan Awod menggembok rumah tersebut, maka kerja bakti dan rencana pindah kantor DPC Peradi Surakarta ke alamat baru di Jl Honggowongso, Serengan, Solo menjadi terkendala dan tidak bisa dilaksanakan dengan cepat.

Menurut Heri, bahwa perdebatan terkait kontrak rumah ini, masing-masing memiliki hak, baik DPC Peradi Surakarta sebagai organisasi yang menggunakan rumah, Zainal Abidin (Ketua DPC Peradi Surakarta) selaku pihak yang menyewa rumah, dan Awod selaku kuasa hukum pemenang lelang rumah.

“Kami kan tidak serta merta masuk menggunakan rumah itu. Kalau Awod punya risalah lelang, kami punya perjanjian sewa. Itu saja kami sudah mau keluar sebenarnya. Tinggal nunggu beberapa jam saja, tapi Awod tidak sabar malah melepas papan nama dan menggembok pagar. Secara hukum hal itu tidak dibenarkan,” imbuhnya.

Diketahui DPC Peradi Surakarta  menempati kantor yang sudah disewa tersebut selama 5 tahun. Pengurus mengatakan bahwa dirinya mengadakan perikatan kontrak kepada pemilik rumah sebelumnya selama lima (lima) tahun, dengan nilai Kontrak sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta) per tahunnya

Pihak Awod sendiri mengatakan bahwa ia mengaku belum menerima informasi resmi terkait pelaporan dirinya. Ia menambahkan bahwa dirinya siap meladeni tantangan hukum yang dilayangkan oleh Peradi Surakarta. Karena ia merasa berada di pihak yang benar.

Awod mengaku bahwa pihaknya telah memenangkan  Lelang eksekusi hak tanggungan atas sebuah Obyek tanah dan bangunan sesuai dengan SHM No. 2946 dengan luas 200 M2 yang terletak di Kelurahan Karangasem, Laweyan, Surakarta, pada tanggal 29 Juli 2020, 3 September 2020, 10 Desember 2020 dan 19 Februari 2021

Dan bahwa pada lelang tertanggal 19 Februari 2021 telah laku lelang sesuai dengan Kutipan Risalah Lelang No. : 124/38/2021 tanggal 24 Maret 2021 dengan pemenang lelang Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., MH.


“Saya belum mendapat pemberitahuan resmi (soal pelaporan). Saya juga tidak tahu saya dilaporkan atas dasar apa dan siapa yang melaporkan saya. Karena kalau tindakan saya mencopot papan nama Peradi di rumah milik klien saya, karena sebelumnya sudah ada somasi dan sudah ada komunikasi. Kalau saya sekarang malah dilaporkan kan aneh,” ungkap Awod, Senin (14/6) []

Tinggalkan Komentar