Pangdam I Bukit Barisan Respon Cepat Dugaan Penyekapan Anak Di Bawah Umur

Medan Disetrap.com- Adanya dugaan Tindak Pidana Kekerasan Anak dan Eksploitasi Anak serta viralnya video penyekatan anak dibawah umur di kota tebing tinggi membuat Pangdam I Bukit Barisan bertindak secara responsif. 

Tindakan responsif tersebut diambil oleh Pangdam I Bukit Barisan lantaran adanya surat laporan secara tertulis yang diajukan kepada dirinya didukung dengan viralnya video penyekatan terhadap anak dibawah umur atas nama korban Rokky Martua Simanulang, laki-laki (17) yang diduga dilakukan oleh Sdri. Dora Br. Silalahi, Perempuan (58) pekerjaan sebagai Pedagang yang beralamat di Jl. Mayjen Purn Sutoyo Kel. Satria Kec. Padang Hilir Kota Tebing Tinggi.

Menurut keterangan pelapor yakni Olike Levensius Simanulang (48) yang merupakan ayah korban, kejadian tersebut di mulai sekitaran bulan Januari 2018 dimana korban hendak pergi ke rumah maktuanya a.n Mamak Ranap BR Silalahi yang berada di Sei Serimah Kec. Bandar Khalipah Kab. Sergai. Namun sebelum menemui maktuanya korban bersinggah di tempat terlapor dimana sebagai bou korban dan meminta tolong agar menelpon maktuanya di Sei Serimah.

Namun setelah menelepon maktua korban, terlapor mengatakan kepada korban bahwa maktua di Sei Serimah tidak mau menerima korban, dan kemudian terlapor menawarkan kepada korban agar  ia mau sekolah sambil bekerja di tempat terlapor.

Akhirnya korban mengiyakan bekerja di Toko milik terlapor untuk membersihkan barang-barang, angkat barang, mengepel lantai dimana korban bekerja setiap harinya dari pukul 15.00 Wib s.d 07.00 Wib. Namun kemudian pada bulan yang tidak diketahui tahun 2018 korban sempat menerima pekerjaan membersihkan makanan (CHITATO) dimana barang tersebut kemasannya sudah rusak atau koyak. Melihat hal tersebut terlapor yang tidak terima kemudian memukuli korban dengan menggunakan gagang kemoceng sebanyak 3 kali di bagian punggung dan tangan.

Kemudian pada tahun 2020 terlapor juga menuduh korban  menjual beras atau menjual minuman anggur merah kepada orang lain. namun korban tidak mengakui perbuatannya sehingga korban mendapati sebanyak 10 kali pukulan dari terlapor di bagian kaki, tangan, dan punggung menggunakan gagang sapu lidi.

Tak hanya itu terlapor pun mengurung dan mengunci korban di lantai 2 rumahnya sejak tahun 2020 yang bulan nya tidak diketahui sampai dengan Desember 2021. 

Setelah masa pengurungan tersebut selesai, pada bulan Januari 2022 korban dituduh kembali mengambil uang terlapor sebanyak Rp. 300 Juta, namun korban tidak mengakui sehingga korban dipukul menggunakan rantai gembok sepeda dan akhirnya di kurung kembali. 


Adapun pada tahun 2020 terlapor menjemput adik korban yang bernama sdri. Swarni Putri Simanulang (10) yang masih duduk di bangku kelas 3 SD dirumah Maktuanya a.n . Ranap yang beralamat di Desa Sei Serimah Kec. Bandar Khalifah Kab. Serdang Bedagai. Dalam kesempatan tersebut terlapor menjemput adik korban yang kemudian di iming-imingi akan  di sekolahkan dan dipekerjakan di toko terlapor.

Menurut penuturan pelapor dalam hal ini ayah korban yang di kutip Disetrap.com dari surat aduannya, Sabtu (29/10/2022) adapun adik korban sehari-hari diberikan tugas melayani pembeli di Grosir, mengangkat barang barang yang masuk dari sales, membersihkan barang dagangan, dan menyapu serta  mengepel rumah. Waktu korban bekerja setelah pulang sekolah sekitar pukul 13.00 Wib s.d pukul 23.30 Wib. Selain diberikan beban pekerjaan yang diluar batas adik korban juga hanya diberikan makan sekali dalam satu hari oleh terlapor yakni pada saat malam hari.

Tindakan terlapor tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua korban. Korban tidak pernah di gaji atau di upah. Korban tidak diberikan tempat tidur yang layak, jika pulang sekolah terlambat adik korban juga di pukul menggunakan tangan dan dimarahi. Bahkan apabila adik korban ketahuan tertidur saat siang maka adik korban diancam akan diberhentikan sekolah.

Setelah menerima pengaduan Pangdam perintahkan Dandim Deli Serdang dan Danramil setempat untuk cek lokasi dan hasil yang didapatkan memang ada penyekatan.

Menanggapi hal tersebut Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia (AAPI) Dr.Muhammad Taufiq.SH MH mengapresiasi sikap cepat Pangdam I Bukit Barisan Mayjend. TNI A.Daniel Chardin SE.MSi yang segera merespon dan mengambil tindakan atas video viral dugaan penyekapan 2 anak di bawah umur yang terjadi di Jl. Mayjen Sutoyo Padang Hilir Kota Tebing Tinggi. 

“Kasus itu berawal dari beredarnya video percakapan seorang pria dewasa memergoki ada anak seperti dalam kerangkeng yang belakangan diketahui itu pagar untuk jemuran. Pria itu bertanya kenapa ia disekap dan berapa lama. Sang anak yang dalam sekapan menceritakan secara panjang lebar asal muasal dia disekap selama 2 tahun” ujar M Taufiq. 

Dari hasil koordinasi dengan Polres Kota Tebing Tinggi perkara tersebut di atas dapat dipersangkakan dengan beberapa pasal sebagai berikut : 

a. pasal 88 subs 80 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak; 

b. Pasal 88 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Dalam hal ini terlapor Sdri. Dora Br. Silalahi juga akan di undang ke Polres Tebing Tinggi untuk mengklarifikasi/ dimintai keterangan tentang kebenaran kejadian tersebut dengan didampingi oleh Dinas P3APM (Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan Anak dan pemberdayaan masyarakat kota tebing Tinggi).[][][]

Tinggalkan Komentar