DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

WAMENDES HARUS MUNDUR, BUKTI JOKOWI CAWECAWE

Disetrap.com- Media sosial sedang dihebohkan dengan dugaan video Paiman Raharjo. Video yang berdurasi sekitar dua menit menunjukkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo, memimpin rapat pemenangan capres Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.

Dari informasi yang diperoleh, rapat pemenangan Gibran terjadi di salah satu hotel di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Dalam video yang beredar, Paiman mengatakan sudah ada kesepakatan membantu Gibran memenangkan Pilpres 2024. Paiman menyebutkan hasil rapat sudah disampaikan kepada Jokowi dan Mensesneg Pratikno serta tim pemenangan Prabowo Subianto dan juga menyampaikan kesepakatan itu secara langsung kepada Gibran melalui telepon.

“Bapak Ibu, kita sudah sepakat untuk membantu Mas Gibran memenangkan Pemilu 2024. Sudah saya laporkan ke Pak Jokowi dan Pak Pratik. Saya juga sudah sampaikan langsung ke Mas Gibran,” ujar Paiman dalam video yang menyebar ke grup-grup Whatsapp (WAG).

Paiman yang terlihat mengenakan kaos merah menambahkan bahwa dirinya diminta untuk segera membentuk kepanitiaan untuk pemenangan Prabowo-Gibran.

“Segera dibuat kepanitiaannya, ketua, bendahara, sekretarisnya, seksi-seksi. Jadi Bapak/Ibu supaya cepat kami ingin kesepakatan kembali kita membentuk ketua OC dan ketua SC. Kemudian ada pengarah. Om Edi sama saya jadi pengarah. Saya tidak boleh terlalu tampil karena saya wakil menteri nanti saya dipenalti. Saya hanya mendukung nanti untuk kehadirannya,” ucap Paiman dalam video itu.

Sejak video itu beredar, hingga saat ini belum diperoleh konfirmasi dari Wamendes Paiman Raharjo.

Sebelumnya, pada Senin (30/10/2023) siang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang tiga bakal calon presiden (capres) untuk makan siang di Istana Merdeka.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga bakal capres masing-masing Prabowo Subianto, Anies  Baswedan, dan Ganjar Pranowo sama-sama menekankan pentingnya netralitas penyelenggara negara.

“Yah, suasana akrab. Kami ucapkan terima kasih karena diundang, kalau enggak diundang jarang bisa kumpul. Beliau (Presiden) berharap suasana bagus dan baik. Kami hanya bicara secara umum,” kata Prabowo

Anies juga menyampaikan hal senada yakni ucapan terima kasih atas undangan jamuan makan siang.

“Sebenarnya pekan lalu (undangan) kami terima pada Minggu (29/10/2023), kami enggak bisa karena sudah komitmen dengan masyarakat di Jember sehingga tidak bisa lalu berkenan dijadwalkan Senin,” tutur Anies

Anies juga menambahkan bahwa dalam pertemuan itu membahas banyak hal, mendiskusikan hal-hal ringan dan tidak ada sesuatu yang berat.

“Kami sampaikan kepada beliau, kami bertemu dengan masyarakat yang sayang kepada Pak Presiden yang titip pesan untuk bisa menjaga netralitas dan bisa menegaskan kepada seluruh aparat untuk menjaga netralitas pemilu,” ucap Anies.

Upaya netralitas tersebut telah dilakukan Jokowi dengan mengumpulkan pejabat kepala daerah. Tidak hanya itu, Jokowi juga mengumpulkan aparat TNI/Polri untuk netral.

“Kami melihat pesan penting yang bisa membuat Pilpres 2024 berjalan aman dan nyaman semua unsur penyelenggara negara netral dan profesional. Kami sampaikan begitu dan (Presiden) merespon positif dan baik,” tandasnya

Ganjar percaya Jokowi orang baik sehingga akan mendukung pemilu yang demokratis dan jujur adil.

“Kami bertiga ngobrol bareng Pak Presiden, kami berkomunikasi dengan baik, beliau orang baik mendukung proses demokrasi yang baik. Seperti yang sudah disampaikan beliau-beliau, semoga bisa dilaksanakan bersama. Pemilu damai para aparatur parsial berjalan fair dan saling menjaga,” ungkap Ganjar.

Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., selaku Presiden Asosiasi Ahli Pidana mengkritisi persoalan ini. Ia menyayangkan perilaku Paiman Raharjo yang saat ini posisinya sebagai menteri.

Menurut Taufiq, Paiman tidak layak menggunakan lembaga negara, digaji negara, tapi menggunakan seenaknya sendiri untuk kepentingan yang lebih sempit, kepentingan golongan, kepentingan Gibran.

“Nggak bener itu. Dia harus memilih antara jadi Menteri atau Timses Gibran. Kalau dia timses Gibran ya harus mundur, karena jelas dari pernyataan itu mengindikasikan Pilpres ini sudah tidak fair dan sudah pasti curang itu. Jadi tidak ada alasan lain. Mundur aja itu” tutur Taufiq

Tinggalkan Komentar