
Disetrap.com- Kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin menarik untuk diikuti. Pasalnya, para Paslon Capres dan Cawapres khususnya semakin matang dalam melakukan persiapan. Seperti yang dilakukan oleh Relawan Dan Simpul Emak-Emak Solo yang turut mengundang Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., sebagai pembicara dalam event “Bimbingan Dan Teknis Untuk Pemilihan Presiden dan Anggota Legislatif Bagi Relawan Simpul”.
Dr. Taufiq dalam event yang berlangsung di Gedung Darul Hijrah Cemani Sukoharjo, menyampaikan bahwa TNI/Polri haruslah bersikap netral atau tidak berpihak kepada salah satu Paslon Presiden dan Wakil Presiden.
“Tapi faktanya kan tidak, faktanya kemarin waktu debat pertama Prabowo dikawal seorang Mayor ya pakai baju biru, pakai identitas itu nggak boleh. Itu bukan pengawalan pelengkap. Pelengkap kan bisa dari jarak jauh karena tentara sama polisi itu enggak boleh (memihak) ya” tutur Dr. Taufiq
Dr. Taufiq juga menyampaikan jika masyarakat melihat adanya kecurangan seperti bagi-bagi uang (money politic) maka masyarakat terutama Ibu-Ibu yang menjadi audience dalam event tersebut dapat memviralkan kecurangan tersebut.
“Kemarin waktu di Jakarta, Gibran car free day, bagi-bagi susu tap ditanya tidak ngaku. Nggak apa-apa tetep dibikin viral tetep dibikin ramai karena no viral no justice” ucap Anggota DPRD Kota Surakarta termuda tahun 1992.
Berkaitan dengan Pemilu, Taufiq yang juga Dosen Fakultas Hukum UNISSULA Semarang menghimbau bahwa jangan sampai terjadi Black Campaign atau Kampanye Hitam. Seperti halnya menuliskan tulisan yang tidak sebenarnya, yang mana termasuk dalam Black Campaign. Berbeda dengan Black Campaign, Negative Campaign masih boleh untuk dilakukan.
“Contohnya, Ganjar termasuk Gubernur yang memimpin daerah yang paling miskin di Pulau Jawa, boleh nggak salah. Terus Ganjar Gubernur yang gagal mengatasi banjir. Boleh, karena memang faktanya begitu. Tapi jangan menyinggung. Ganjar nggak pernah salat. Lah siapa yang ngerti Ganjar salat.” kata Taufiq
Di akhir, Taufiq menegaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan media sosial yang dimiliki. Seperti kondisi yang terjadi saat ini, no viral no justice. Jadi masyarakat dapat memanfaatkan media sosial untuk memviralkan kecuranga yang terjadi. Selain itu, masyarakat bisa melakukan kampanye, akan tetapi kampanye yang dilakukan tidak boleh yang berbau Black Campaign.

Tinggalkan Komentar