DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

TITO SUDAH LANCANG, UCAPANNYA BUKAN WARNING TAPI TEROR

Disetrap.com- Viral di media, video Tito Karnavian memberikan warning atau peringatan kepada Capres dan Cawapres yang dikaitkan dengan penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang kala itu sedang berpidato dalam sebuah acara kampanye di wilayah Kota Nara, Jepang. Video yang beredar di media tersebut jelas mencuri perhatian masyarakat.

Salah satunya Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., yang turut memberikan komentarnya atas video Tito Karanavian yang viral.

Menurut Taufiq itu bukan warning melainkan teror. Kewajiban dan tanggung jawab Tito itu berada di wilayah dalam negeri artinya Pemerintahan. Pemerintahan pun dibatasi Pemerintahan Dalam Negeri. Sehingga Tito seharusnya mengkonsolidasi supaya Gubernur, Bupati, Walikota, hingga kelurahan menjaga integritas jabatannya, menjaga supaga Pilpres dan Pemilu ini obyektif.

“Tapi alih-alih mengucapkan seperti itu, Tito ini justru merasa seperti kepala BNPT yang mengingatkan ancaman kepada Presiden” tutur Taufiq kepada disetrap.com

Tapi harus diingat, ancaman itu tidak ditujukan kepada Ganjar apalagi Prabowo.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Tito sudah overlapping dan merasa dirinya sebagai pakar teroris.

“Pak Tito itu bukan pakar teroris ya, anda itu Menteri Dalam Negeri, nggak usah ngomong begitu. Itu domainnya BNPT atau Kapolri.” Ucap Taufiq yang juga Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia

Jadi dari fakta-fakta itu, Tito tidak berada di wilayah untuk mengatakan ancaman kepada Presiden.

Taufiq bahkan menyebut bahwa sepertinya ucapan tersebut untuk menutupi intervensi keberpihakan Tentara yang berpangkat mayor dalam debat pertama.

“Memang capres itu harus di dalam pengawasan yang luar biasa dan itu tugas negara, tapi bukan berarti dia itu pengawalnya Pak Prabowo, dan Pak Prabowo itu bukan Presiden dan Pak Prabowo Menteri Pertahanan sekalipun, bukan dengan memakai atribut sama seperti yang dipakai Prabowo dan para pendukungnya. Bukan begitu.” kata Taufiq

Taufiq meminta Bawaslu untuk memanggil Tito Karnavian begitu juga DPR agar memanggil Tito Karnavian. Dan untuk tim kuasa hukum Capres mengirim surat kepada Tito, pernyataan itu ditujukan kepada siapa karena sudah lancang.

Tinggalkan Komentar