DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

BAWASLU TAK PUNYA NYALI PADA JOKOWI YANG TERUS KAMPANYE DUKUNG 02

Jokowi makan bersama Prabowo

Disetrap.com- Usai meresmikan Grha Utama Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo terlihat makan siang bersama Menteri Pertahanan sekaligus Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto. (29/1) Keduanya makan siang bersama di salah satu rumah makan bakso yang terletak tidak jauh dari Akmil.

Diektahui, Jokowi tiba bersama dengan Prabowo menaiki mobil kepresidenan pada Pukul 13.02 WIB. Usai turun dari mobil, Jokowi dan Prabowo duduk semeja saling berhadap-hadapan seraya berbincang.

Turut hadir juga sejumlah artis tanah air, mereka ialah Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ria Ricis, hingga Rachel Vennya.

Kemesraan Jokowi dan Prabowo ini mendapat sorotan, terlebih saat ini Prabowo sedang mencalonkan diri sebagai Calon Presiden 2024.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja pun merespons pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut. Menanggapi makan siang itu sebagai dugaan kampanye terselubung, Rahmat tak berkomentar banyak. Rahmat menjawab, Bawasu akan melakukan pengawasan. Namun pengawasan itu untuk memastikan ada penggunaan fasilitas pemerintah atau tidak.

“Dia sebagai apa? Sebagai Menhan atau sebagai pribadi. Bawa orang apa tidak? Kemudian, ayo pilih kami… ayo pilih kami? Enggak ada kan?” tutur dia.

Rahmat mengatakan sulit menilai pertemuan itu sebagai simbol dukungan kepada pasangan nomor urut 2.

“Dalam hukum itu agak susah simbol-simbol itu. Kecuali simbol-sombol di ASN (aparatur sipil negara) itu kan enggak boleh,” ujar Rahmat.

Dosen FH UNISSULA, Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., menyebut Bawaslu harus tegas.

“Jadi Bawaslu harus tegas, harus berani menilai sikap Jokowi dan Prabowo ini. Nah ini pinternya Jokowi mengelabuhi kita. Nanti kalau diperiksa, dia bilangnya sebagai Presiden dan Menteri Pertahanan. Padahal di satu sisi, Prabowo kan Cawapres.”

“Jokowi juga harusnya tau ini momentum yang ngga pas. Sudah tau Prabowo itu cawapres, kalau makan bersama gini jadi menunjukkan jelas kalo Jokowi nggak netral dan memihak ke salah satu paslon.” Imbuh Taufiq yang juga Presiden Asosiasi Ahli Pidana

Taufiq kembali menegaskan, Bawaslu harus menelisik dan memeriksa sikap Jokowi tersebut apakah itu kampanye terselubung atau tidak. Dan kalau benar itu kampanye terselubung, tidak boleh menggunakan fasilitas negara karna diketahui Prabowo bersama Jokowi menaiki mobil kepresidenan. Status Prabowo cuti sebagai Menhan jadi adegan itu ngga bisa dibenarkan.

Tinggalkan Komentar