DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

JEBAKAN WANITA CANTIK BERUJUNG PEMERASAN

Disetrap- Di era digital sekarang ini, marak penipuan ataupun pemerasan yang dilakukan melalui media sosial atau yang lebih dikenal dengan Medsos, baik melalui perantara whatsapp ataupun tiktok tetapi yang lebih sering interaksi dimulai dari akun media sosial Facebook. Pemerasaan dengan ancaman melalui internet pada prinsipnya sama dengan pemerasan dan pengancaman secara konvensional, yang membedakan hanya sarananya, yakni melalui media internet.
Modus penipuan melalui medsos biasanya bermula dengan mengajukan pertemanan ke korban dengan modus mengajak berkenalan dan memasang foto profile seorang wanita berparas cantik, jika dirasa pengajuan pertemanan terlalu lama maka pelaku akan mengirim pesan via DM (Direct Message) berupa perhatian dan setelah intens berkomunikasi via messenger, pelaku biasanya meminta nomor Whatsapp korban. Jika sudah berkomunikasi melalui chattingan whatsapp, pelaku akan menjadikan korbannya seolah-seolah telah melakukan seksual harassmen (pelecehan seksual atau pelecehan verbal) lalu akan muncul telepon melalui whatsapp memakai foto profil seorang Tentara ataupun Polisi berupa ancaman karena telah melakukan pelecehan seksual terhadap istrinya.
Dalam akun tiktok pribadinya @emte.namaku Dr. Muhammad Taufiq, S.H, M.H., yang juga merupakan praktisi hukum memberikan saran agar terhindar dari modus pemerasan seperti ini yaitu dengan cara tidak memberikan nomor whatsapp pribadi ke orang asing, jangan merayu dan jangan genit-genit. Taufiq menambahkan, ada Tokoh terkenal saja konsultasi terkait fotonya yang tidak senonoh mau disebarkan. Taufiq menjelaskan jika perbuatan ini selain penipuan dan penggelapan juga pemerasan, karena ada ancaman, solusinya adalah jangan memberikan nomor whatsapp ke orang asing dan jika pelaku sudah melakukan pengancaman maka kita harus ngeblokir nomor tersebut karena merupakan sindikat. Diakhir video tiktoknya tersebut Taufiq mengimbau jika menjadi pria atau wanita jangan iseng dan jangan suka mengumbar aurat di media sosial .

Editor : Dewi Anggraeni

Tinggalkan Komentar