Genap menjabat 10 tahun Pemerintahan Pak Joko widodo dengan berkuasa dalam 2 periode yang akan berakhir pada 20 Oktober 2024, meninggalkan garis garis keresahan pada berbagai komunitas masyarakat di Indonesia. memang tak mudah memimpin bangsa besar yang majemuk dengan segala komplexitasnya, Namun bukan berarti ini kesempatannya untuk menancapkan pengaruh demi melanggengkan kekuasaannya kelak.
Banyak hal terjadi di Republik ini, dan itu memang tak mudah. Besar kemungkinan kecil kesempatan untuk tangan tangan jahil mengganggu jalannya roda pemerintahan untuk melaksanakan masyarakat Indonesia yang tertib dan sejahtera. dilema politik untuk menyelamatkan hajat hidup orang banyak menyisahkan perkara yang tak juga kecil seperti hutang asing yang sulit selesai.
Riak riak politik menyebabkan maju mundurnya kinerja pemerintahan tidak lantas pemerintah yang didapuk menjadi arogan dalam menjalankan kekuasaan, maka hal ini menjadi abuse of power/detournemen de pouvoir. Sejatinya Indonesia adalah masyarakat Agraris-Maritim yang Nasionalis dan Religius, dengan memanfaatkan peluang peluang yang ada Indonesia harusnya bisa cepat menjadi kekuatan besar yang benar benar diperhitungkan dunia.
Berikut kesaksian dan penuturan masyarakat yang menunjukkan ketidak puasannya terhadap pemerintahan seperti yang dikutip akun Tiktok Advokat_Progresif: Komunitas ruang juang garis juang dan kami segenap elemen masyarakat menolak ditindas dan didzalimi serta dinilai telah mengkhianati cita cita bangsa dan Pancasila. Dengan gagal mewujudkan keadilan kesejahteraan dan keamanan bagi segenap rakyat. Perampasan ruang hidup dan pemikiran rakyat, kekerasan persekusi kriminalisasi diskriminasi terhadap masyarakat yang menuntuk haknya, kejahatan kemanusiaan dan politik imkunitas, komersialisasi penyeragaman dan perusakan ssistem pendidikan, korupsi kolusi dan nepotisme serta tindakan perlindungan terhadap koruptor, eksploitasi sumber daya alam dan program solusi palsu untuk krisis, clean, militerisme dan militerisasi dalam pemerintahan, membacakan legislasi yang menindas rakyat, sistem perburuhan yang memiskinkan dan tidak berkarya.

Tinggalkan Komentar