DISETRAP

Pusat Informasi Hukum

Rencana Aksi Mahasiswa Agustus: Suara Mahasiswa Tidak Bisa Dibungkam

Surakarta 5 Agustus 2026– Dilansir dari akun youtube Salam Akal Waras, Dr Taufiq dalam kontennya menyampaikan adanya kemungkinan Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa dilaporkan akan kembali marak pada bulan Agustus, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke-81. Rencana aksi ini muncul sebagai respons terhadap berbagai persoalan bangsa, mulai dari prediksi kemerosotan ekonomi hingga kritik tajam terhadap program-program pemerintah yang baru.

Latar Belakang dan Lokasi Pergerakan
Informasi mengenai rencana aksi ini telah ramai dibicarakan di media sosial, dengan fokus pergerakan yang diperkirakan terjadi di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surakarta (Solo), dan Surabaya. Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah kawasan di sekitar Pakuwon Mall, Surabaya. Seorang dosen hukum dari Universitas Akal Waras menyatakan bahwa mahasiswa telah mulai melakukan konsultasi terkait rencana aksi besar ini yang diprediksi akan memiliki jumlah massa yang signifikan.

Poin-Poin Utama yang Disuarakan

  • Kekhawatiran Ekonomi: Adanya prediksi dari media luar negeri (Belanda) bahwa ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan mendatang (Prabowo) akan mengalami penurunan drastis atau “nyungsep”.
  • Kebijakan Pajak dan Pendapatan: Masyarakat merasa terbebani dengan cara negara menarik manfaat dan pajak di tengah kondisi rakyat yang sedang susah.
  • Kritik Program MBG dan Kopdes: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih menjadi sorotan tajam. Program MBG dikritik karena melibatkan perputaran uang tunai triliunan rupiah setiap hari yang dinilai sangat rawan terhadap praktik korupsi.
  • Retorika Pemimpin: Penggunaan kata-kata yang dianggap tidak pantas, kasar, dan tidak intelek oleh para pemimpin negara dinilai telah melukai perasaan warga negara dan memicu sentimen negatif.

Pendampingan Hukum bagi Mahasiswa
Menyikapi rencana aksi ini, melalui kanal “Salam Akal Waras”, direncanakan pembentukan tim advokasi untuk mendampingi para mahasiswa, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Tim ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa mendapatkan perlindungan hukum dan mencegah terjadinya tindakan kekerasan atau penangkapan sewenang-wenang oleh aparat keamanan selama mereka menyuarakan aspirasi.

Meskipun banyak beredar video-video lama terkait demonstrasi di media sosial, aksi yang dikelola oleh mahasiswa pada bulan Agustus ini diperkirakan akan menjadi pergerakan yang nyata dan besar. Para peserta aksi dihimbau untuk tetap menjaga narasi yang cerdas, jernih, jujur, dan berani dalam menyampaikan kritik mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *