59 Tahun Hari Pramuka, Jokowi: Buat Dua Gerakan Kedisiplinan dan Kepedulian Nasional.

Opini
Source: disetrap.com

Jumat (14/8) — Tanggal 14 Agustus dikenal sebagai peringatan Hari Pramuka . Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Pramuka tahun ini tidak dapat dirayakan karena adanya pandemi Covid-19.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan non-formal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.

Organisasi pendidikan ini menjadi salah satu kegiatan non-formal yang ada mulai dari pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kegiatan Pramuka ini dapat melatih kedisiplinan dan kreativitas bagi pelajar Indonesia.

Jenis kegiatan dalam kepramukaan berbeda-beda disesuaikan dengan tingkatan. Pramuka Siaga (usia 7-10 tahun) yang kegiatannya berupa Persami (Perkemahan Satu Hari) dan permainan bersama seperti mencari jejak, menyusun puzzle, dan sejenisnya. Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) dengan salah satu kegiatan Jambore, yaitu perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka. Sedangkan Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) dan Pandega (usia 21-25 tahun) dengan Gladi Pimpinan Satuan sebagai salah satu kegiatannya.

Pada peringatan Hari Pramuka yang ke-59 ini diharapkan pelajar Indonesia tetap sadar akan eksistensi Gerakan Pramuka seperti yang diucapkan oleh Bapak Presiden Jokowi “Saya minta kepada saudara-saudara untuk membuat dua gerakan nasional, pertama Gerakan Kedisiplinan Nasional yang mengajak semua anggota masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan, kedua Gerakan Kepedulian Nasional yang mengajak masyarakat untuk saling membantu, saling peduli, dan saling berbagi.”

Bagaimanapun kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Untuk itu pendidikan kepramukaan harus dilestarikan.

Tinggalkan Komentar